Kingdom Monera

Sabtu, 20 Februari 2010

Semula para ahli hanya mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan, yaitu kerajaan tumbuhan dan kerajaan hewan. Dasar para ahli mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan :

  1. Kenyataan bahwa sel kelompok tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.
  2. Tumbuhan memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dan tidak dapat berpindah tempat dan hewan tidak memiliki dinding sel sementara hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri, dan umumnya dapat berpindah tempat.

Namun ada tumbuhan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, yaitu jamur (fungi). Berarti, tumbuhan berbeda dengan jamur maka para ahli taksonomi kemudian mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga kelompok, yaitu Plantae (tumbuhan), Fungi (jamur), dan Animalia (hewan).

Setelah para ahli mengetahui struktur sel (susunan sel) secara pasti, makhluk hidup dikelompokkan menjadi empat kerajaan, yaitu Prokariot, Fungi, Plantae, dan Animalia, Pengelompokan ini berdasarkan ada tidaknya membran inti sel. Sel yang memiliki membran inti disebut sel eukariotik, sel yang tidak memiliki membran inti disebut sel prokariotik.

Pada tahun 1969 Robert H. Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Pengelompokan ini berdasarkan pada susunan sel, cara makhluk hidup memenuhi makanannya, dan tingkatan makhluk hidup.

Namun sistem ini kemudian diubah dengan dipecahnya kingdom monera menjadi kingdom Eubacteria dan Archaebacteria.


Kingdom Monera

Monera meliputi organisme yang mempunyai struktur tubuh amat sederhana yakni terdiri atas sel-sel primitif, yang bersifat prakariotik. Sel prakariotik adalah sel yang bahan intinya belum terlidungi oleh selaput inti atau karioteka. Termasuk ke dalam kelompok monera adalah bekteri dan ganggang biru atau Chyanophyta.

I. Bakteri
Pada klasifikasi, mahkluk ini dikelompokkan ke dalam dunia tumbuhan, sub divisi Schyzomycetes atau jamur belah, karena berkembang biak dengan membelah diri. Dalam klasifikasi terbaru, bakteri termasuk ke dalam kerajaan monera.

A. Ciri-ciri dan Sifat Bakteri
Untuk dapat mempelajari bakteri dengan benar kita perlu mengenali ciri-ciri dan sifatnya.

1. Ciri-ciri bakteri
Bakteri merupakan makhluk renik yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tubuh bakteri tersusun atas satu sel (unisel). Hidup secara sendiri-sendiri (soliter) dan ada pula yang hidup berkelompok (koloni). Ukuran tubuhnya dengan satuan mikron, lebih besar daripada virus. Untuk mengamati-nya diperlukan alat bantu berupa mikroskop.
  2. Sel tubuh bakteri tidak mempunyai kloroplas, sehingga tampak transparan atau tembus cahaya. Karena tidak memiliki kloroplas, bakteri tidak dapat menyusun zat makanannya sendiri dengan bantuan energi cahaya matahari. Namun demikian, ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen/zat warna seperti kloroplas, sehingga dapat melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, bakteri tersebut bersifat fotoautotrop. Ada pula bakteri yang tidak memiliki pigmen, tetapi dapat menyintesis zat makanan sendiri dengan menggunakan energi kimia pada medianya, disebut bakteri kemoautotrop.
  3. Bakteri berkembang biak secara tak kawin/ aseksual, yaitu dengan membelah diri.
  4. Bakteri hidup di mana-mana, mulai daerah tropis hingga daerah kutub, mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung. Ada yang hidup bebas, parasit, dan ada pula yang saprofit.

2. Bentuk Bakteri
Berdasarkan bentuknya, bakteri dibedakan menjadi tiga, yaitu bakteri berbentuk bulat seperti bola (kokus), batang atau silindris (basilus), dan seperti spiral (sprillium). Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut!
  1. Kokus
    Kokus adalah bakteri berbentuk bulat seperti bola. Berdasarkan koloninya, kokus dapat dibedakan menjadi 5 macam:
    1. Monokokus, yakni bakteri berbentuk bola yang hidup mandiri atau soliter.
    2. Diplokokus, yakni bakteri berbentuk bola yang hidup selalu berpasang-pasangan, tiap pasang terdiri atas dua bakteri.
    3. Tetrakokus, yakni bakteri berbentuk bulat yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari atas empat bakteri.
    4. Sarkina, yakni bakteri berbentuk bola yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri atas delapan bakteri yang membentuk susunan seperti kubus.
    5. Streptokokus, yakni bakteri berbentuk bola yang bergandeng-gandengan seperti rantai.
    6. Stafilokokus, yakni bakteri berbentuk seperti bola dan bergerombol seperti anggur.
  2. Basil (bacillus)
    Basil adalah bakteri berbentuk seperti silinder atau batang kecil. Bakteri berbentuk ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
    1. Monobasilus, yakni bakteri berbentuk batang yang hidup mandiri atau soliter.
    2. Diplobasilus, yakni bakteri berbentuk batang yang hidup berpasangan dua-dua.
    3. Streptobasilus, yakni bakteri berbentuk batang yang membentuk rantai.
  3. Spiril (spirillum)
    Spiril adalah bakteri yang mempunyai bentuk seperti spiral, berkelok, atau melengkung. Yang termasuk bentuk bakteri ini adalah vibrion, yakni bakteri yang berbentuk seperti tanda baca koma.

3. Struktur tubuh bakteri
Tubuh bakteri terdiri atas satu sel. Sel tubuh bakteri menyerupai sel tumbuhan. Bagian-bagian sel suatu bakteri terdiri atas dinding sel, selaput plasma, dan sitoplasma.
  1. Dinding sel merupakan bagian yang cukup kuat dan tersusun atas zat hemiselulosa. Fungsi dinding sel adalah sebagai pelindung bagian tubuh bakteri, sekaligus pemberi bentuk tubuh.
  2. Selaput plasma berada di sebelah dalam dinding sel, merupakan selaput lipoprotein yang berfungsi sebagai pintu gerbang zat yang masuk atau keluar ke dan dari dalam sel bakteri.
  3. Sitoplasma terdapat di sebelah dalam selaput plasma. pada bagian inilah terdapat berbagai organel yang berfungsi sebagai pelaksana kegiatan hidup, seperti respirasi sel, sintesis sel, dan lain-lain. Pada bagian tengah sitoplasma terdapat bahan inti yang tidak terlindungi oleh selaput inti. Pada bahan inti ini terdapat kromosom.
4. Alat Gerak bakteri
Ada beberapa jenis bakteri yang dapat bergerak dengan alat berupa bulu cambuk atau flagelum. Berdasarkan jumlah dan letak flagelumnya, bakteri dapat dibedakan menjadi lima, yaitu:
  1. atrik, yakni bakteri yang tidak memiliki flagelum,
  2. montrik, yaitu bakteri yang mempunyai satu flagelum pada ujung tubuhnya.
  3. amfitrik, yakni bakteri yang memiliki dua kelompok falgelum yang masing-masing terdapat di ujung tubuhnya.
  4. lopotrik, yakni bakteri yang memiliki sekelompok flagelum pada salah satu ujung tubuhnya.
  5. peritrik, yakni bakteri yang memiliki flagelum di seluruh permukaan tubuhnya.
5. Makanan bakteri
Berdasarkan caranya memperoleh makanan, bakteri dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri heterotrop dan bakteri autrotrop.
  1. Bakteri heterotrop
    Bakteri heterotrop adalah bakteri yang tidak dapat menyintesis zat makanannya sendiri. Jadi, makanannya bergantung kepada organisme lain. Ada bakteri yang makanannya diperoleh dari sisa organisme lain yang telah mati. Bakteri jenis ini disebut bakteri saprofit. Ada juga bakteri yang makanannya diperoleh langsung dari organisme lain. Bakteri jenis ini disebut bakteri parasit. Ada bakteri yang parasit pada hewan, tumbuhan, maupun manusia.
    Bakteri yang menumpang pada manusia tidak selalu membahayakan kesehatan manusia. Misalnya, bakteri Escherichia coli yang hidup pada usus tebal. Bakteri ini membantu membusukkan sisa makanan dan juga membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah. Bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada manusia disebut bakteri apatogen.
    Sebaliknya banyak bakteri yang menumpang hidup pada manusia dan menimbulkan penyakit disebut bakteri patogen.
  2. Bakteri autotrof
    Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanannya sendiri. Untuk menyusun zat makanan tersebut, bakteri memerlukan energi.
    Berdasarkan sumber energi yang digunakannya, bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fotoautotrof dan kemoautotrof.
    1. Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi cahaya matahari. Contoh kelompok bakteri ungu (bakteriopurpurin) dan bakteri hijau (bakterioklorofil).
    2. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi kimia. Contoh bakteri kemoautotrof antara lain bakteri besi, bakteri belerang, dan bakteri zat lemas (Nitrosomonas, Nitrosococcus, Nitobacter).
6. Pernapasan bakteri
Bakteri dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu bakteri aerob dan bakteri anaerob.
  1. Bakteri aerob adalah bakteri yang dalam hidupnya memerlukan oksigen bebas untuk memecah zat pada mediumnya. Bakteri jenis ini sering disebut bakteriobligat aerob. Bakteri yang bersifat aerob senang hidup pada lingkungan lembab dan cukup udara. Contoh bakteri aerob antara lain bakteri penyebab penyakit TBC (Mycobacterium tuberculosis) Nitrosomonas, Nitrosococcus,dan Nitrobacter.
  2. Bakteri anaerob adalah bakteri yang dalam hidupnya atau dalam memecah zat yang tidak memerlukan oksigen bebas. Bakteri ini sering disebut bakteri obligat anaerob. Untuk memecah zat makanan pada mediumnya, bakteri mengeluarkan zat jenis fermen tertentu. Contoh bakteri anaerob antara lain Micrococcus denitrificans biasa hidup pada lahan yang kaya zat nitrat tetapi miskin oksigen. Dalam kondisi tersebut Micrococcus denitrificans menguraikan zat HNO3 menjadi NH3 dan O2. Sementara itu, Clostridium tetani adalah bakteri penyebab penyakit tetanus.
7. Reproduksi bakteri
Umumnya, bakteri berkembang biak secara aseksual, yaitu dengan membelah diri atau membelah biner (pembelahan satu sel menjadi dua sel anakan). Pembelahan sel bakteri termasuk pembelahan amitosis, yang secara sederhana.
Cara reproduksi generatif bakteri sering disebut paraseksual. Paraseksual berlangsung dengan tiga cara, yaitu transformasi, konjugasi, dan transduksi.
  1. Transformasi adalah perpindahan sedikit materi genetik yang berupa AND atau gen dari sel bakteri yang satu ke bakteri yang sejenis lainnya dengan proses fisiologis yang kompleks.
  2. Konjugasi adalah bergandengnya dua bakteri (+ dan -) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik.
  3. Transduksi adalah pemindahan materi genetika dengan perantaraan virus.
    Dalam kondisi yang ideal, bakteri akan membelah setiap 20 menit. Dengan demikian, dapat dihitung berapa kali dalam sehari sebuah sel bakteri dapat membelah.
  4. Dalam kondisi yang kurang menguntungkan, beberapa jenis bakteri akan mati. Tetapi, ada beberapa jenis bakteri yang mampu bertahan hidup, yaitu dengan jalan membuat dinding kuat yang disebut kista. Bakteri yang dalam bentuk kista, intinya menjadi spora. Karena spora ini tersimpan di dalam dinding kista yang kuat maka spora ini sering disebut endospora. Dalam keadaan sebagai endospora, bakteri tidak aktif dan dapat bertahan selama 50 tahun. Berbeda dengan spora jamur, lumut, dan paku-pakuan, spora bakteri berguna untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, sedangkan spora jamur, lumut, dan paku-pakuan adalah untuk perkembang-biakan.
8. Pertumbuhan bakteri
Pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
  1. Temperatur
    Suhu optimal untuk pertumbuhan bakteri adalah antara 270 - 3000C. Namun demikian, ada pula bakteri yang tumbuh baik pada suhu lebih rendah atau lebih tinggi daripada suhu optimum rata-rata tersebut.
  2. Kelembaban
    Bakteri dapat tumbuh baik pada lingkungan yang lembab atau kadar airnya cukup tinggi.
  3. Sinar matahari
    Sinar matahari, khususnya sinar ultraviolet dapat mematikan bakteri. Di samping itu, sinar ultraviolet juga mampu merusak struktur kromosom bakteri.
  4. Zat kimia
    Beberapa jenis zat kimia, misalnya antibiotik dan zat-zat kimia yang lain, ada yang dapat mematikan atau merusak dinding sel bakteri, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri.


    Nama Bakteri dan Peranannya

  1. Escherichia Membantu membusukkan sisa makanan pada usus besar manusia dan pembentukan Vitamin K
  2. Streptomyces qriseus Menghasilkan antibiotik streptomisin
  3. Bacillus polymyxa Menghasilkan antibiotik polimiksin
  4. Streptomyces rimosus Menghasilkan antibiotik tetrasiklin
  5. Clostridium acetobutylicum Menghasilkan cairan kimia aseton dan botanol
  6. Metano bacterium Menghasilkan biogas berupa Metana
  7. Acetobacterium Pembuatan asam cuka
  8. Lactobacillus bulgaricus Pembuatan yoghurt
  9. Acetobater xylinum Pembuatan sari kelapa
  10. Clostridium botulinum Pembusukan makanan
  11. Mycobacterium tuberculosis Penyebab penyakit TBC
  12. Vibrio Cholerae Penyebab penyakit kolera atau muntaber
  13. Clostridium tetani Penyebab penyakit tetanus
  14. Mycobacterium leprae Penyebab penyakit lepra
  15. Baccilus antracis Penyebab penyakit antraks

1 komentar:

Singgih Prawiro Hermawan mengatakan...

mas sandro,
ditambahin donk gambar atau videonya, biar lebih jelas..
thanks.